Senin (30/4) Dinas Kesehatan bekerja sama dengan berbagai pihak menyelenggarakan Seminar dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia. Acara yang diselenggarakan di Gedung Trimurti Ramayana Prambanan ini dihadiri stakeholder terkait yang berjumlah lebih dari 400 peserta. Mengawali acara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Novita Krisnaeni, MPH membacakan sambutan Kadinkes Sleman. dr. Novita mengingatkan tentang momentum pekan imunisasi sebagai upaya meningkatkan cakupan di Kabupaten Sleman. Sebelum seminar berlangsung, tersaji beberapa pertunjukan. Salah satunya penampilan dari Agent of Change (AOC) Apoteker Sleman yang mengedukasi tentang Lima O. Memasuki sesi seminar, peserta semain tampak antusias. Selaku narasumber pertama Komisi Fatwa MUI DIY, Prof Dr. Drs. Mahrus Munajat, M.Hum., membahas tentang imunisasi dalam perspektif Islam. “Cukup jelas bahwa imunisasi itu tidak haram, karena tidak ada dalil yang melarang imunisasi. Bahkan imunisasi sangat dianjurkan karena mencegah terjadinya penyakit” tutur Mahrus. Pernyataan tersebut memberikan penjelasan dan meneguhkan keyakinan agar setiap anak diberikan imunisasi. “Imunisasi adalah hak anak, menurut Undang-Undang Perlindungan Anak imunisasi itu hak setiap anak” jelas Soeroyo. Narasumber kedua, dr. Soeroyo, MPH, Sp.A (K) konsultan tumbuh kembang anak RSUP Sarjito, mengupas manfaat imunisasi untuk kesehatan demi generasi mendatang yang berkualitas. “Berbagai penyakit telah dapat dicegah dengan imunisasi dan jauh lebih bermanfaat dibanding risikonya” tegas Soeroyo. Terahir paparan dari Indofarma seputar pembuatan vaksin. Sesi seminar yang berlangsung dengan lancar tersebut dipandu oleh dr. Wisnu Murti, MSc. Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi.