Peringati HTTS, Dinkes Sleman Usung Tema Berhenti Merokok Cegah Stunting

Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang tepat jatuh setiap tanggal 31 Mei, Pemerintahan Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Muhammadiyah Steps dan Muhammadiyah Mother and Child Centre (MMCC), gelar Talkshow yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (3/6/2021).

Dinkes Sleman usung tema “Berhenti Merokok Cegah Stunting di Kabupaten Sleman” agar menjadi pengingat pentingnya berhenti merokok demi kesehatan bahkan turut cegah stunting.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo turut memberikan sambutan dan sangat mendukung adanya kampanye hari tanpa tembakau sedunia tahun 2021.

Kustini berharap semua lapisan masyarakat bisa mengimplementasikan praktik tidak merokok secara berkelanjutan.

Hal tersebut menurut Kustini penting untuk dilakukan untuk mengurangi dampak yang terjadi akibat rokok yaitu penyakit stroke, kanker dan penyakit jantung serta resiko lanjutan yang bisa terjadi adalah stunting pada anak.

Penting diingat bahwa rokok merupakan salah satu penyebab utama kesakitan hingga kematian. Kandungan bahan kimia di dalam rokok yang bersifat adiktif dan karsinogenik atau dapat memicu kanker).

Risiko yang ditimbulkan tidak hanya untuk perokok aktif tetapi juga merugikan perokok pasif. “Untuk menekan semakin banyaknya perokok aktif, Pemerintah Kabupatem Sleman telah melakukan beberapa kebijakan diantaranya aturan tentang kawasan tanpa rokok, larangan iklan, promosi dan sponsor rokok,” katanya.

Melalui Perbup Sleman Nomor 42 Tahun 2012, Pemkab Sleman terus berupaya meningkatkan komitmennya terhadap implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai langkah meningkatkan kesadaran mengenai dampak buruk konsumsi tembakau bagi kesehatan.

Kebiasaan ini perlu diintegrasikan dengan mengajak peran aktif guru jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam Mewujudkan Sekolah Sehat yang menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) .

“Serta meningkatkan komitmen lintas sektor termasuk sektor pendidikan dalam program percepatan penanggulangan stunting di Kabupaten Sleman” tegasnya.

Dalam sesi talkshow menghadirkan pemateri dari MMCC dr. M. Bambang Edi Suyantom Sp. A, M.Kes dan Resti yulianti Sutrisno, S. Kep, Ns., M.Kep., Sp.KMB. yang dipandu oleh Promotor Kesehatan Dinkes, Cahya Prihantama SKM MPH.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan dua metode yakni luring dan daring melalui live streaming Channel Youtube Sleman TV dan Muhammadiyah Steps.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Joko Hastaryo, M.Kes. mengatakan pihaknya telah berupaya untuk mengimplementasikan Perbup Sleman Nomor 42 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok serta Perbup Sleman Nomor 27 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Penanggulangan Stunting, sebagai langkah konvergensi penanggulangan stunting dan meningkatkan kesadaran dampak buruk konsumsi tembakau

Regulasi tersebut mengatur tentang penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta melibatkan lintas sektor dalam penanggulangan stunting.

“Penetapan KTR merupakan upaya perlindungan untuk masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan karena lingkungan tercemar asap rokok termasuk mencegah stunting secara tidak langsung,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *