“PAK TANI BASMI SUKET TEKI ketemu CORONA basmi dengan DISINFEKTAN” INOVASI KENDALIKAN HIPERTENSI PUSKESMAS KALASAN

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular pada sistem kardiovaskuler yang banyak terjadi pada masyarakat termasuk di Kabupaten Sleman. Hipertensi terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Penderita harus memliki kesadaran untuk melakukan pengendalian penyakit, pengendalian hipertensi dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksan secara rutin, melakukan pengobatan yang tepat dan teratur, diet dengan gizi seimbang, rutin melalakukan aktivitas fisik serta menghindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik. Salah satu cara untuk meningkatkan pengendalian hipertensi dengan pemberdayaan kader remaja.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberdayakan kader remaja dalam pengendalian hipertensi melalui gerakan Pak Tani Basmi Suket Teki di wilayah kerja Puskesmas Kalasan, sehingga mampu:
a) Meningkatkan pengetahuan kader remaja tentang hipertensi dan pemantauan minum obat hipertensi melalui kartu kontrol.
b) Meningkatkan keterampilan kader remaja untuk melakukan skrining tekanan darah dan PMO (Pemantauan Minum Obat) hipertensi.
c) Meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi terkait konsep hipertensi.
d) Meningkatkan kesadaran penderita hipertensi untuk mengukur tekanan darah secara rutin.
e) Meningkatkan kesadaran penderita untuk minum obat hipertensi secara rutin.
Peran kader kesehatan sangat berpengaruh, akan tetapi saat ini masih didominasi oleh para ibu ibu yang perannya multifungsi sebagai ibu rumah tangga, karyawati, ibu pkk, ibu kader posyandu balita dan lansia. Sebenarnya, peran kader kesehatan dapat dilakukan oleh remaja sebagai kaum milenial sehingga pengendalian penyakit hipertensi dapat dilakukan secara optimal. Puskesmas Kalasan mempunyai program inovasi bernama PARIKESIT. Parikesit diambil dari nama tokoh pewayangan yang merupakan putra dari tokoh abimanyu, Parikesit adalah sosok raja yang baik, adil, dan bijaksana Parikesit merupakan Putra Putri Kalasan Sehat Siaga Terpadu. Parikesit memiliki 10 program meliputi PIK-R, kesehatan reproduksi (NAPZA, HIV/AIDS serta IMS), kesehatan jiwa remaja, kesehatan gigi dan mulut, NAPZA, P3K, Posbindu PTM, gizi, Kesehatan Lingkungan, UKS serta PHBS. Melihat dari latar belakang yang telah disampaikan diatas Parikesit mampu menjalakan perannya dan diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengendalikan penyakit hipertensi. Berdasarkan fenomena tersebut Puskesmas Kalasan memberdayakan PAK TANI BASMI SUKET TEKI (PutrA Putri Kalasan sehaT siagA terpadu lakukan deteksi diNI Bersama sama AtaSi hipertensI serta Siap Untuk KElola dan pantau Tekanan darah TErKIni) untuk memecahkan masalah tersebut. Penamaan branding inovasi ini dengan sosok “Pak Tani” karena profesi tersebut menjadi profesi mayoritas di Kecamatan Kalasan, sehingga diharapkan inovasi ini lebih diterima dan dekat dengan keseharian dan kebiasaan masyarakat di Kecamatan Kalasan. “Suket Teki” merupakan gulma pengganggu tanah garapan Pak Tani yang harus dibasmi, disiangi dan dikendalikan sampai ke kar akarnya karena suket teki tidak mungkin akan bisa hilang, sama halnya dengan Hipertensi yang dikenal sebagi penykit silent killer yang harus dikendalikan. Pencegahan dan pengendalian hipertensi perlu untuk dilakukan, untuk memudahkan pemahaman masyarakat dalam memahami pencegahan dan pengendalian hipertensi muncul ide CORONA basmi dengan DISINFEKTAN, penjelasannya yaitu CORONA (Cek kesehatan rutin, Obati secara teratur, Rajinlah berolah raga, Olah diet rendah garam dan makanan gizi seimbang, No rokok, alkohol dan stress, Aturlah waktu istirahat / pola tidur) basmi dengan DISINFEKTAN (Doa untuk ketenganan, Sayur dan buah diolah secara sehat dan seimbang, Ikuti saran Konsumsi obat-obatan rutin, Terapi komplementer kendalikan tekanan darah, TANya tenaga kesehatan, jika timbul kekambuhan), ide ini muncul karena fenomena yang ada saat ini. Untuk memudahkan seluruh lapisan masyarakat, yang perlu diingat adalah “PAK TANI BASMI SUKET TEKI ketemu CORONA basmi dengan DISINFEKTAN”.
Perwujudan dari “PAK TANI BASMI SUKET TEKI ketemu CORONA basmi dengan DISINFEKTAN” berupa kipas hipertensi. Kipas dipilih untuk media promosi kesehatan, media ini dipilih karena kipas bisa dibawa kemana-mana yang diharapkan mampu mengingatkan masyarakat setiap saat mengenai hipertensi. (Sriyati Sipora, Perawat Puskesmas Kalasan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *