Naikkan Capaian Imunisasi Kab. Sleman dengan “YOOK TILIK BAYI”

Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang.Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten.

Hasil imunisasi lengkap Kabupaten Sleman pada tahun 2017 adalah 97 %, booster 86 % dan BIAS adalah 98, 1 %. Pada tahun 2018 mengalami penurunan yaitu Imunisasi Lengkap 95 %, boster meningkat menjadi 90% dan BIAS 98,2 %. Sedangkan target imunisasi : Imunisasi dasar lengkap dan Boster 95 % sedangkan BIAS 98 %. Dibanding Kabupaten lain di wilayah Prov. DIY, Kab. Sleman  masuk urutan kelima. Hasil Imunisasi Boster belum mencapai target yang diinginkan sehingga diperlukan kegiatan inovasi untuk meningkatkan cakupan tersebut. Untuk itu Dinas Kesehatan Sleman membuat program inovasi dengan nama “ YOOK TILIK BAYI, kepanjangan dari Yook Teliti Imunisasi Lengkap Indikator Kekebalan Bayi.

Kegiatan awal dari program inovasi Imunisasi ” YOOK TILIK BAYI” yaitu dengan diadakan Bimtek yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 Maret 2019 di Rumah Makan Pecel Blora. Acara dihadiri 3 kecamatan terpilih yaitu Gamping, Tempel, dan Pakem. Masing masing kecamatan terdiri dari Kepala Desa, Kepala Dusun dan 4 Kader Puskesmas. Narasumber dari Pertemuan tersebut antara lain : Kepala Bidang P2P Dinkes Sleman, Suyani Hartono, SKM ( Dinas Kesehatan Prov . DIY) dan Sudarto Edi Hartono, SKM ( Programer Imunisasi Kab. Sleman)

Kepala Bidang P2P ,dr Novita Krisaneni, MPH menyampaikan bahwa dengan program “YOOK TILIK BAYI” diharapkan cakupan imunisasi bisa meningkat minimal mencapai target yang ditetapkan.TILIK BAYI merupakan bagian dari kegiatan Posyandu di Masyarakat.Kegiatan dari “YOOK TILIK BAYI” adalah kegiatan melihat hasil Imunisasi pada bayi 0 bulan, 1o bulan dan 20 bulan.

Jika bayi tidak berkunjung ke Posyandu maka kewajiban kader untuk mengunjungi untuk melihat status imunisasi. Kunjungan pada bayi 0 bulan untuk melihat hasil Imunisasi HB0, jika belum mendapatkan imunisasi maka kader melaporkan ke Puskesmas untuk dilakukan Imunisasi HB0.Kunjungan bayi 10 bulan untuk melihat hasil imunisasi BCG sampai MR, sedangkan kunjungan pada baduta pada usia 20 bulan untuk melihat hasil imunisasi booster Pentabio dan booster MR. Jika ada bayi yang belum mendapatkan imunsasi maka kader melaporkan ke Puskesmas untuk dilakukan imunisasi melengkapi imunisasi yang sudah diberikan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *