Lokus Stunting 2021, Dinkes Sleman Gandeng Lintas Sektor

Rabu (30/9) Dinkes Sleman menyelenggarakan Pertemuan Konsultasi Pakar dalam rangka Program Percepatan Penanggulangan Stunting. Bertempat di Grha Sarina Vidi Jalan Magelang Mlati Sleman, acara dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat. Adapun sasaran pertemuan Kabag Kesra Setda Kabupaten Sleman, Bappeda Sleman, Lintas Bidang di Dinkes Sleman, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah terkait di Kabupaten Sleman, serta seluruh Kepala Puskesmas se Kabupaten Sleman. Kegiatan dibuka oleh Kadinkes Sleman dilanjutkan paparan narasumber dari Bappeda Daerah Istimewa Yogyakarta dengan topik “Kebijakan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi DIY”, Bappeda Kabupaten Gunung Kidul dengan topik “Perencanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Gunung Kidul”dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul dengan topik “Pelaksanaan Lokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Gunung Kidul” secara luring dan daring. Salah satu landasan kegiatan ini adalah Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor Kep 42/M.PPN/HK/04/2020 tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi 2021. Sebagai gambaran, prevalensi balita stunting Kabupaten Sleman tahun 2019 sebesar 8.38 jauh dibawah hasil Riskesdas 2018 bahwa prevalensi stunting nasional sebesar 30,8%. Data lainnya menunjukkan bahwa anemia defisiensi besi pada remaja di Kabupaten Sleman tahun 2019 mencapai 12,8%. Sehingga masih terdapat risiko masalah gizi apabila tidak dilakukan penanggulangan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini diharapkan semakin meningkatkan komitmen dan kerja sama lintas sektor termasuk swasta di Kabupaten Sleman dalam penanggulangan masalah gizi termasuk stunting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *