Berantas DBD, Bupati Sleman Luncurkan Instruksi Bupati

Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya dalam pemberantasan penyakit menular khususnya DBD (Demam Berdarah Dengue). Namun penyakit yang ditularkan melalui vektor Nyamuk Aedes aegypti (vector borne disease) ini masih terjadi pada seluruh wilayah. Berdasarkan data yang ditelaah oleh Seksi P2PM Dinkes Sleman, kasus DBD  per Juli 2019 di wilayah Kabupaten Sleman telah menyentuh angka 632 kasus.  Situasi tersebut direspon cepat Bupati Sleman dengan meluncurkan Instruksi Bupati Sleman Nomor 440/1824 tentang Gerakan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kabupaten Sleman. Kebijakan ini tidak hanya bersifat parsial, namun komprehensif dengan melibatkan seluruh tingkatan baik Kepala Organisasi Perangkat Daerah hingga Kepala Desa se-Kabupaten Sleman. Hal ini sesuai dengan prinsip Program Germas yang telah dicanangkan sebelumnya.

Kegiatan yang dijalankan berdasarkan instruksi Bupati ini mencakup: a). penyuluhan intensif kepada masyarakat;
b). meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melaksanakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Aedes aegypti secara serentak dan berkesinambungan dengan cara menguras, menutup, mengubur/mendaur ulang barang-barang yang bisa menampung air atau dapat sebagai tempat berkembang biak nyamuk; c). meningkatkan pemantauan jentik berkala sehingga dapat dicapai Angka Bebas Jentik paling sedikit 95 %(sembilan puluh lima persen); d). melakukan upaya optimalisasi pencegahan dan pengendalian DBD melalui langkah aksi Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), untuk menggerakkan seluruh masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras bak air, menutup rapat tempat penampung air dan memanfaatkan barang bekas agar tidak menjadi tempat perindukan nyamuk, mengganti air dalam vas bunga seminggu sekali serta menanam tanaman pengusir nyamuk dan mencegah gigitan nyamuk seperti menggunakan anti nyamuk oles (PSN 3M Plus) secara rutin sepanjang tahun; dan e). Camat dan Muspika agar secara periodik melaksanakan pemantauan langsung ke lokasi. Melalui seluruh aktivitas tersebut diharapkan meningkatkan keaktifan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD baik di tingkat kecamatan maupun Kelompok Kerja (Pokja) DBD tingkat Desa. Dan tentunya hasil akhir adalah mampu menurunkan kasus DBD di Kabupaten Sleman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *