Arsip Kategori: Definisi dan Pengertian

3
Aug

Tentang PIRT

JAGALAH ANDA DAN KELUARGA DARI PRODUK YANG TIDAK SEHAT

PIRT atau IRTP adalah : perusahaan pangan yang memiliki tempat usaha di tempat tinggal dengan peralatan pengolahan pangan manual hingga semi otomatis. Didalam produksi ndustri rumah tangga seringkali di temukan hal – hal yang tidak sesuai, bahkan keluar dari kaidah kesehatan atau prosedur  hygiene dan sanitasi yang telah digariskan. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dari pelaku IRTP itu sendiri, modal yang dimiliki, dan pemahaman tentang hygiene sanitasi yang masih kurang .

Latar belakang di adakannya Sertifikasi terhadap  Industri rumah tangga pangan ( IRTP )  selain sebagai perlindungan terhadap konsumen,  di miliki juga tujuan untuk meningkatkan kualitas  IRTP, meletakkan IRTP dalam posisi yang strategis dan sehat, serta berkepentingan untuk menciptakan ikilim usaha yang sehat

Landasan hukum SPP-PIRT adalah :

Keputusan Kepala Badan POM Nomor : HK. 00. 05.5.1640, tentang Tatacara penyelenggaraan PIRT. Dimana pihak penyelenggara adalah pemerintah, untuk Kabupaten / kota cq Dinas KEsehatan

Pemerintah dalam hal ini memiliki wewenang pemeriksaan yaitu :

a. Memasuki setiap tempat produksi yang diduga digunakan dalam proses kegiatan produksi, penyimpanan , pengangkutan dan perdagangan pangan

b. Menghentikan memeriksa dan mencegah setiap sarana

c. membuka dan meneliti setiap kemasan pangan

d. memeriksa setiap buku dokumen atau catatan lain’

e. Dapat memerintahkan untuk menunjukkan atau memperlihatkan izin usaha / dokumen lain sejenis

 

Masyarakatpun  dalam hal ini produsen ataupun konsumen memiliki peran yang besar dan diharapkan ikut serta berpartisipasi dalam memberikan perlindungan pangan yang dikonsumsi sehingga dapat memenuhi standard kesehatan yang ditetapkan.

7
May

Tentang TBC ( Tuberculose / Tuberculosis )

TBC atau Tuberculosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TBC ( Mycobacterium Tuberculosis ). Bukan merupakan penyakit keturunan dan bukan disebabkan kutukan atau guna-guna. Kuman ini bisa menyerang manusia terutama paru – paru.

Bagaimana tanda-tandanya..?

– Gejala batuk selama 3 minggu / lebih kadang dahak bercampur darah

– Sesak nafas dan nyeri dada

– BErkeringat pada malam hari, walaupun tidak berkegiatan

– Badan lemah, rasa kurang enak badan,  badan meriang lebih dari 1 bulan

– Berat badan dan nafsu makan menurun

Bagaimana Cara PEnularannya…?

– MElalui dahak penderita yang mengandung kuman TBC

– BIla penderita batuk / bersin, maka kuman akan menyebar keudara

– Terjadi penularan bila udara yang mengandung kuman TBC terhirup

– Penularan terjadi melalui / dari satu orang ke orang lain, bukan lewat serangga, transfusi darah, air susu ibu ( ASI ) atau lewat alat makan bekas pakai penderita

– Dapat menyerang siapa saja, dan golongan usia berapapun

Pencegahan

– Minum obat secara teratur ( bagi penderita )

-Penderita harus menutup mulut sewaktu batuk atau bersin

-Tidak membuang dahak disembarang tempat

-Ventilasi udara di rumah harus baik dan memenuhi syarat kesehatan

PEngobatan

– Minum obat secara teratur ( bagi pasien yang dinyatakan positif TBC )hingga tuntas 6-8 bulan

– Pemeriksaan dahak secara teratur pada :

a. tahap awal pengobatan

b. 1 bulan sebelum pengobatan berakhir

c. Akhir pengobatan

Bagaimana jika berhenti meminum obat sebelum waktunya..?

Kuman akan menjadi KEBAL, sehingga pengobatan akan menjadi lama karena diperlukan jenis obat berbeda

6
May

Desa Siaga

Sudahkah anda tahu tentang ‘ Desa Siaga’….?

Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu mencegah dan mengatasi berbagai masalah dan ancaman terhadap kesehatan masyarakata seperti Gizi kurang, penularan penyakit menular dan penyakit yang berpotensi untuk menimbulkan Kejadian Luar Biasa ( KLB ), kejadian bencana, kecelakaan dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong.

Apakah tujuan Desa Siaga..?

Tujuannya adalah menjadikan masyarakat peduli terhadap masalah kesehatan, tanggap dalam solusinya dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS )

Secara Khusus adalah :

– MEningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan

– Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan ( Bencana, wabah, kegawat daruratan dan sebagainya )

Mengapa perlu Desa Siaga…?

– Angka KEmatian Bayi dan Ibu perlu ditekan

– Usia Caten ( calon temanten )kehamilan caten sebelum menikah dan akibat buruknya.

– Gizi tak seimbang dan akibatnya

– Anemia dan akibatnya

– Infeksi Saluran Reproduksi, PMS, dan HIV AIDS

– Penyalahgunaan NAPZA dan masalah merokok

– PHBS masih rendah

– Ancaman Kesehatan akibat bencana alam

Menindaklanjuti Kepmenkes RI 1529/Menkes/SK/X/2010, desa siaga dikembangkan menjadi desa siaga aktif. Desa Siaga Aktif adalah pembentukan bentuk pengembangan dari desa siaga yang penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar yang memberikan pelayanan setiap hari melalui Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) atau sarana kesehatan yang ada di wilayah tersebut seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu), atau sarana kesehatan lainnya dan atau penduduknya mengembangkan UKBM dan melaksanakan surveilens berbasis masyarakat (meliputi pemantauan penyakit, kesehatan ibu dan anak, gizi, lingkungan, dan perilaku), kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan sehingga masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

28
Apr

Ketentuan Umum Tentang Makanan Jajanan

Sesuai dengan  KEputusan Menteri Kesehatan Nomor 942/Menkes/SK/VII/2003, Tentang Pedoman Persyaratan Sanitasi Makanan Jajanan ( BAB I, pasal I )

1. Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolaholeh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau di sajikan sebagai makanan sipa santap untuk di jual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/ restoran dan hotel

2. Penanganan makanan jajanan adalah : kegiatan yang meliputi pengadaan, penerimaan bahan makanan, pencucian, peracikan, pembuatan, pengubahan bentuk, pewadahan,, penyimpanan, pengangkutan, penyajian makanan atau minuman

3. Bahan makanan adalah semua bahan makanan dan minuman baik terolah ataupun tidak termasuk bahan tambahan makanan dan bahan penolong

4. Hygiene sanitasi adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan

5. PEnjamah makanan adalah : orang yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan makanan dan peralatannya sejak dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan, pengangkutan, sampai dengan penyajian

6. PEngelola sentra adalah orang  atau badan yang bertanggung jawab untuk mengelola tempat kelompok pedagang makanan jajanan

7. Peralatan adalah barang yang di gunakan untuk penganan makanan jajanan

8. Sarana penjaja adalah fasilitas yang di gunakan untuk penganan makanan jajanan baik menetap maupun berpindah – pindah

9. Sarana penjaja adalah fasilitas yang digunakan untuk penanganan makanan jajanan baik meneta

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.