Arsip Kategori: Artikel Dan Berita

23
Aug

PENGHARGAAN LOMBA SEKOLAH SEHAT (LSS) TINGKAT NASIONAL TAHUN 2016

Perjalanan panjang yang harus dilalui oleh TK Al Azhar 31 Yogyakarta pada  penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) telah selesai dan berakhir dengan hasil yang menggembirakan dan membanggakan. Tk Al Azhar  31 Yogyakarta yang beralamat di Ring Road Utara, Sinduadi, Mlati, Sleman yang merupakan satu satunya wakil dari Kabupaten Sleman dalam LSS  tingkat Nasional pada tahun 2016 memperoler penghargaan sebagai Pemenang I kategori Best Achievement  (Prestasi terbaik) tingkat TK/RA. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman  juga memperoleh penghargaan  sebagai Tim Pembina Pemenang I Kategori Best Achievement Tingkat TK/RA LSS Tingkat Nasional tahun 2016.
Pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan LSS tingkat Nasional tahun 2016 dilaksanakan pada acara “ Tatap Muka dan Audensi 4 Kementerian dalam Penganugerahan Pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional Tahun 2016 yang bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya pada tanggal 16 – 19 Agustus 2016”.   Rangkaian acara tatap muka dan audensi tersebut meliputi resepsi upacara kenegaraan HUT RI ke 71 tanggal 17 Agustus 2016, audensi dengan 4 kementerian (Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama), pengumuman pemenang dan penganugerahan pemenang LSS tingkat Nasional tahun 2016 dan seminar mengenai peningkatan kapasitas Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam kegiatan UKS. Dari Kabupaten Sleman yang hadir adalah Kepala Sekolah TK Al Azhar, wakil dari Dinas Dikpora, wakil dari Dinas Kesehatan dan pengelola UKS  Puskesmas Mlati I.
Kegiatan LSS merupakan rangkaian kegiatan yang panjang yang dimulai dari verifikasi tingkat kabupaten, tingkat provinsi dan tingkat nasional. Kegiatan LSS ini dikawal oleh berbagai lintas sektor yaitu : TP UKS Kabupaten (Dinas Dikpora, Dinas Kesehatan, Kemenag, Bagian Kesra, Bappeda, BLH, BNN, Dinas Pertanian, PKK), TP UKS Kecamatan dan TP UKS TK Al Azhar. Hasil yang manis dan membanggakan dalam LSS ini merupakan hasil kerja sama berbagai lintas sektoral serta komitmen dan dukungan para pengambil kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Sleman.
Harapan kedepan supaya mendapatkan hasil yang lebih membanggakan lagi diperlukan peningkatan komitmen dan dukungan para pengambil kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Sleman, peningkatan kerja sama lintas sektoral terkait, sinergitas TP UKS Kabupaten, Kecamatan maupun Tim pelaksana UKS di Sekolah.

29
Jul

PEMERIKSAAN IVA TEST UNTUK DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DALAM RANGKA GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan salah salah satu bentuk terobosan kebijakan pembangunan kesehatan yang dicanangkan oleh Menteri Kesehatan RI, Prof.dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) pada pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2016 di Jakarta.

GERMAS dilakukan sebagai penguatan upaya promotif dan preventif masyarakat. Tujuan GERMAS antara lain :1) Menurunkan beban Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular, baik kematian maupun kecacatan; 2) Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk; 3) Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan; 4) Penguatan sistem kesehatan; Pendekatan siklus hidup; Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); dan berfokus pada pemerataan layanan.

Gerakan ini akan dimulai dengan 3 fokus kegiatan, yaitu meningkatkan aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).

Kebijakan lainnya adalah Program Keluarga Sehat melalui pendekatan keluarga, dilaksanakan oleh Puskesmas yang mempunyai ciri: 1) Sasaran utama adalah keluarga; 2) Diutamakan Promotif dan Preventiv, disertai penguatan upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM); 3) Kunjungan rumah secara aktif untuk peningkatan outreach dan total coverage; 4) Pendekatan siklus kehidupan atau life cycle approac.

Pada tanggal 29 Juli 2016 dilakukanlah kegiatan GERMAS di Kabupaten Sleman yang ditandai dengan kegiatan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim untuk 200 wanita usia 25 – 64 tahun yang sudah menikah atau pernah menikah dengan pemeriksaan IVA. Kegiatan ini dilakukan di Puskesmas Rawat Inap Sleman (Nyaen) yang di hadiri oleh Ibu Wakil Bupati Sleman, Ibu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dan perwakilan BPJS. Pada kesempatan itu juga dilakukan sosialisasi serta konsultasi hasil pemeriksaan IVA Test oleh dr. Ayu Sp.OG dari RSKIA Sadewa.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Sleman dengan BPJS cabang Sleman.

Wakil bupati Sleman bersama dengan Pejabat terkait

Wakil bupati Sleman bersama dengan Pejabat terkait

Pemaparan dr. Ayu, Sp.OG

Pemaparan dr. Ayu, Sp.OG

Peserta Pelayanan IVA

Peserta Pelayanan IVA

 

Situasi Pendaftaran oleh BPJS

Situasi Pendaftaran oleh BPJS

4
Apr

PENGADAAN PEGAWAI BLUD DINAS KESEHATAN KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2016

PENGUMUMAN

NOMOR : 800/ 2012

TENTANG

PENGADAAN PEGAWAI BLUD

DINAS KESEHATAN KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2016

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman akan menyelenggarakan Pengadaan Pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sesuai Surat Bupati Sleman Nomor 814/00609/BKD tanggal 23 Maret 2016 perihal Rekomendasi Pengadaan Pegawai BLUD Non PNS Dinas Kesehatan Tahun 2016, dengan ketentuan sebagai berikut:

 

  1. A.     Formasi yang Dibutuhkan

No.

Nama Jabatan

Jumlah

1. Dokter Umum

4

2. Psikolog

4

3. Fisioterapis

2

4. Perekam Medis

2

5. Ahli Teknologi Laboratorium Medik

1

6. Sanitarian

1

7. Pengelola IT dan Aset

1

8. Pengelola Keuangan

1

  JUMLAH

16

 

B.    Persyaratan Umum

  1. Warga Negara Indonesia;
  2. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  3. Berbadan sehat;
  4. Memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan;
  5. Diutamakan memiliki KTP Kabupaten Sleman.

C.    Persyaratan Khusus

Dokter umum

  1. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku atau surat keterangan perpanjangan STR dari Organisasi Profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI);
  2. Berusia maksimal 35 tahun pada tanggal 1 April 2016;
  3. Diutamakan Lulusan Pendidikan Profesi Dokter yang terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi;
  4. IPK minimal 2,75;
  5. Diutamakan mempunyai pengalaman kerja di fasilitas pelayanan kesehatan BLUD;
  6. Diutamakan memiliki sertifikat GELS/ACLS/ ATLS.

 

Psikolog

  1. Memiliki Surat Izin Praktek Psikolog (SIPP) yang masih berlaku minimal hingga 31 Desember 2016 atau surat keterangan perpanjangan SIPP dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) wilayah;
  2. Berusia maksimal 35 tahun pada tanggal 1 April 2016;
  3. Lulusan Pendidikan Profesi Psikolog yang terakreditasi minimal B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi;
  4. IPK minimal 2.75;
  5. Diutamakan mempunyai pengalaman kerja di Puskesmas BLUD;

 

Fisioterapis

  1. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku minimal hingga 31 Desember 2016 atau Surat Keterangan Perpanjangan STR dari Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi (MTKP);
  2. Berusia maksimal 30 tahun pada tanggal 1 April 2016;
  3. Diutamakan lulusan D3 Fisioterapi yang terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi;
  4. IPK minimal 3,00;
  5. Diutamakan mempunyai pengalaman kerja di Puskesmas BLUD;

 

Perekam Medis

  1. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku minimal hingga 31 Desember 2016 atau surat keterangan perpanjangan STR dari Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi (MTKP);
  2. Berusia maksimal 30 tahun pada tanggal 1 April 2016;
  3. Lulusan D3 Rekam Medis yang terakreditasi minimal B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi;
  4. IPK minimal 3.00;
  5. Diutamakan mempunyai pengalaman kerja di fasilitas pelayanan kesehatan;

 

Ahli Teknologi Laboratorium Medik

  1. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku minimal hingga 31 Desember 2016 atau Surat Keterangan Perpanjangan STR dari Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi (MTKP);
  2. Berusia maksimal 30 tahun pada tanggal 1 April 2016;
  3. Lulusan D3 Analis Kesehatan yang terakreditasi minimal B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi;
  4. IPK minimal 3.00;
  5. Diutamakan mempunyai pengalaman kerja di fasilitas pelayanan kesehatan;

 

Sanitarian

  1. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku minimal hingga 31 Desember 2016 atau surat keterangan pengajuan STR dari Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi (MTKP);
  2. Berusia maksimal 30 tahun pada tanggal 1 April 2016;
  3. Lulusan D3 Kesehatan Lingkungan yang terakreditasi minimal B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi;
  4. IPK minimal 3.00;
  5. Mempunyai pengalaman kerja di Puskesmas BLUD.

 

Pengelola IT dan Aset

  1. Berusia maksimal 30 tahun pada tanggal 1 April 2016;
  2. Diutamakan lulusan D3 Teknologi Informasi yang terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi;
  3. IPK minimal 3.00;
  4. Menguasai seluruh program Microsoft Office;
  5. Memiliki keahlian dalam bidang pengelolaan jaringan komputer;
  6. Memiliki kemampuan dalam pengelolaan data base sistem informasi kesehatan;
  7. Mempunyai pengalaman kerja di Puskesmas BLUD.

 

 

 

Pengelola Keuangan

  1. Berusia maksimal 30 tahun pada tanggal 1 April 2016;
  2. Lulusan D3 Ekonomi Akuntansi yang terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi;
  3. IPK minimal 3.00;
  4. Diutamakan memiliki pengalaman kerja bidang pembukuan (akuntansi) minimal 1 tahun di fasilitas pelayanan kesehatan.
  1. D.    Persyaratan Administrasi
    1.  Surat lamaran ditulis tangan sendiri di atas kertas bermaterai 6000 ditujukan kepada Bupati Sleman up. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman;
    2.  Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP);
    3.  Fotokopi Ijazah pendidikan terakhir dan transkrip nilai yang dilegalisir;
    4.  Fotokopi legalisir Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh Kepolisian setempat;
    5.  Pasfoto berwarna ukuran 3x4cm sebanyak 2 lembar;
    6.   Daftar Riwayat Hidup;
    7.   Asli Surat Keterangan Sehat dari Dokter Pemerintah yang diterbitkan minimal tanggal 1 Februari 2016;
    8.   Fotokopi Surat Tanda Registrasi (STR)/ Surat Izin Praktek Psikolog (SIPP) yang masih berlaku atau Surat Keterangan Perpanjangan STR/ SIPP sesuai dengan persyaratan khusus masing-masing profesi;
    9.   Fotokopi Surat Keterangan Akreditasi Program Studi yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) bagi yang ijazahnya tidak mencantumkan keterangan akreditasi dari BAN PT;
    10. Surat Keterangan Pengalaman Kerja yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang bagi yang mempunyai pengalaman kerja;
    11. Fotokopi sertifikat pelatihan sesuai dengan persyaratan masing-masing formasi.

E.     Tahap Seleksi

1.  Penerimaan Berkas

Berkas lamaran dimasukkan dalam 1 map diserahkan langsung oleh pelamar kepada Panitia Pengadaan Pegawai BLUD Dinas Kesehatan dengan diberi tanda/tulisan LAMARAN PEGAWAI BLUD DINAS KESEHATAN KABUPATEN SLEMAN di kanan atas Map dengan ketentuan sebagai berikut:

No

Nama Jabatan

Ketentuan

1.

Dokter umum Map kertas motif batik

2.

Psikologi Map kertas warna biru

3.

Fisioterapis Map kertas warna hijau

4.

Perekam Medis Map kertas warna merah

5.

Ahli Teknologi Laboratorium Medik Map kertas warna kuning

6.

Sanitarian Map plastik warna merah

7.

Pengelola IT dan Aset Map plastik warna hijau

8.

Pengelola Keuangan Map plastik warna biru

 

Penerimaan berkas lamaran dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 5 dan 6 April 2016, pukul 08.00 WIB s.d. 14.00 WIB, bertempat di Aula C Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

1. Hasil Seleksi Administrasi

Hasil seleksi administrasi diumumkan pada hari Selasa, tanggal  12 April 2016, melalui website Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman (www.dinkes.slemankab.go.id).

2. Ujian Seleksi

Ujian wawancara dan praktek dilakukan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 13 dan 14 April 2016, pukul 08.00 WIB – selesai (sesuai jadwal) bertempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

3. Pengumuman Hasil Seleksi

Hasil seleksi rekrutmen pegawai BLUD Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Tahun 2016 diumumkan pada hari Selasa, tanggal 19 April 2016 melalui website Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman (www.dinkes.slemankab.go.id).

F.     Lain-lain

    1. Jumlah maksimal pelamar yang dipanggil untuk mengikuti seleksi wawancara sebanyak 3 kali formasi jabatan, sesuai peringkat nilai.
    2. Setelah dinyatakan lulus, calon Pegawai BLUD melakukan pemberkasan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 20 dan 21 April 2016, pukul 08.00 WIB s.d. 14.00 WIB dengan menyerahkan kelengkapan berkas sebagai berikut:
    3. Surat keterangan dari instansi yang bertanggung jawab dalam bidang ketenagakerjaan (Kartu Pencari Kerja);
    4. Surat Pernyataan bermaterai (form surat pernyataan disediakan panitia):

–     Bersedia melakukan perjanjian kerja dengan Puskesmas Badan Layanan Umum Daerah;

–     Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Kabupaten Sleman;

–     Tidak menuntut diangkat menjadi CPNS dan pegawai tetap.

  1. Pelamar yang lolos sampai dengan seleksi akhir dinyatakan gugur apabila:
  2. Tidak dapat melengkapi berkas yang dipersyaratkan sampai dengan hari Kamis, tanggal 21 April 2016 pukul 14.00 WIB;
  3. Mengundurkan diri;
  4. Tidak dapat menunjukkan dokumen asli ijazah, transkip nilai, Surat Tanda Registrasi (STR)/ Surat Izin Praktek Psikolog (SIPP)/ Surat Keterangan Perpanjangan (sesuai dengan persyaratan khusus bagi masing-masing jabatan) saat pemberkasan.
    1. Pelamar yang dinyatakan lolos seleksi akhir, kemudian mengundurkan diri dikenakan sanksi tidak bisa mengikuti seleksi pengadaan pegawai pada kesempatan selanjutnya.
    2. Pelamar yang dinyatakan lolos seleksi akhir dan dinyatakan gugur akan digantikan pelamar selanjutnya berdasarkan urutan peringkat nilai sesuai formasi jabatan.
      1. Pengumuman hasil seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

 

 

 

Sleman, 4 April 2016

Ketua Panitia

 

 

dr. CAHYA PURNAMA, M.Kes.

 

 

 

 

18
Mar

PERCEPATAN PERBAIKAN GIZI DAN KIA

GIZI 2016

(Sosialisasi Pembentukan Model Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Perbaikan gizi dan KIA untuk wilayah Kecamatan Turi di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Sleman, 16 Maret 2016)

Permasalah gizi di tengah masyarakat memerlukan penanganan dengan keterlibatan berbagai pihak,  baik pemerintah maupun masyarakat  dalam mengetahui   dan menangani  masalah gizi secara mandiri.

Upaya  kemudahan mengakses pangan yang bergizi telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi perorangan maupun kelompok, salah satunya melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Gerakan nasional percepatan perbaikan gizi didefinisikan sebagai upaya bersama antara Pemerintah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat prioritas pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan dalam rangka menindak lanjuti program tersebut telah membentuk Desa Model pemberdayaan masyarakat dalam rangka percepatan perbaikan gizi dan KIA. Untuk tahun 2015 telah terbentuk desa model di Desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak Sleman. Tahun 2016 akan dibentuk lagi dua Desa Model yaitu di Desa Bangunkerto Kecamatan Turi Sleman dan Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Sleman. Tujuan pemberdayaan masayarakat dalam rangka percepatan perbaikan gizi untuk menggali pengetahuan masyarakat dalam mengenali masalah kesehatan yang ada terutama penanganan 1000 HPK sehingga masyarakat dapat menangani secara mandiri dengan bimbingan petugas kesehatan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada lintas program dan lintas sektor Kabupaten beserta tokoh masyarakat di Desa calon Model, yang selanjutnya diikuti Pelatihan Kader , monitoring dan evaluasi.(Dinas Kesehatan Kab.Sleman)’.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.