Arsip Kategori: Artikel Dan Berita

20
Dec

KERJASAMA BPJS KETENAGAKERJAAN DENGAN SELURUH PUSKESMAS DI KABUPATEN SLEMAN

Pada hari Senin, tanggal Sembilan Belas Desember tahun Dua ribu enam belas bertempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman telah ditandatangani Perjanjian Kerjasama antara seluruh Puskesmas dengan BPJS Ketenagakerjaan DIY.

Kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik khususnya bagi pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja/ penyakit akibat kerja. Fungsi pnanganan kecelakaan kerja di Puskesmas merupakan pertolongan pertama, jika memang tidak mampu maka puskesmas bisa merujuk ke Rumah Sakit. Pelayanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan akan dilaksanakan di 25 Puskesmas (6 diantaranya Puskesmas Rawat Inap).

Saat ini seluruh Puskesmas di Kabupaten Sleman sudah terakreditasi, dengan demikian Puskesmas lebih siap untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan secara optimal.

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Sekretaris

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Sekretaris

Kepala BPJS Ketenagakerjaan DIY berfoto bersama Kadinkes Sleman dan Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Sleman setelah penandatanganan perjanjian kerjasama

Kepala BPJS Ketenagakerjaan DIY berfoto bersama Kadinkes Sleman dan Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Sleman setelah penandatanganan perjanjian kerjasama

15
Dec

Penandatanganan MoU dan PKS Integrasi Jamkesda-BPJS Kabupaten Sleman

DSC_0231

Bupati Sleman dan Kepala BPJS Cabang Sleman menandatangani MoU integrasi Jamkesda-BPJS

 Tepat pada Hari Rabu, 14 Desember 2016 dilaksanakan penandatanganan MoU integrasi Jamkesda-BPJS Kabupaten Sleman bertempat di Aula Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. MoU ditandatangani oleh Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo, M.Si. dan Kepala BPJS Cabang Sleman, Teguh Janu, S.E. disaksikan Kepala BPJS Divisi Regional VI Jateng-DIY. Setelah penandatanganan MoU dilanjutkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes. dengan Kepala BPJS Cabang Sleman. Integrasi Jamkesda kedalam BPJS  dilaksanakan untuk mendukung program universal coverage melalui JKN KIS tahun 2019.

Dalam sambutannya, Kepala BPJS Divisi Regional VI Jateng-DIY menunjukkan antusiasme masyarakat yang ikut program JKN-KIS. Ditunjukkan dengan data peserta per 30 November 2016 sebanyak 171.048.458 jiwa. Bahkan peserta JKN-KIS di DIY mencapai 78% (2.699.101 jiwa) dari total penduduk. Apresiasi tinggi disampaikan BPJS ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas komitmen dalam mendaftarkan warganya menjadi peserta PBI melalui pembiayaan APBD dengan peserta sebanyak 64.931 jiwa. Kriteria warga peserta PBI yang dibiayai Pemkab Sleman adalah warga miskin dan tidak mampu yang belum tercakup dalam PBI melalui APBN maupun JKN non PBI. Sedangkan untuk PBPU kolektif dengan kuota sebanyak 50.250 jiwa yang berasal dari unsur kader, linmas, honorer, perangkat desa, dan unsur lainnya.

DSC_0247

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sleman dan Kepala BPJS Cabang Sleman menandatangani PKS integrasi Jamkesda-BPJS

            Bupati Sleman menyambut baik kerja sama yang terjalin antara BPJS dengan Pemkab Sleman. Kerja sama tersebut turut mendukung upaya Pemkab Sleman dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat. Bupati Sleman juga memaparkan pentingnya fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung potensi pariwisata yang dimiliki. Adapun fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah bekerja sama dengan BPJS antara lain 25 Puskesmas, 48 dokter umum, 17 dokter gigi,

19 klinik pratama, dan 3 faskes TNI/Polri. Sedangkan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan meliputi 5 RS pemerintah dan 17 RS

swasta. Namun demikian Bupati berpesan agar kerja sama bukan semata-mata pelayanan terhadap orang sakit namun upaya preventif dengan menjaga pola hidup sehat juga perlu ditingkatkan. Sehingga masyarakat Sleman terjaga kualitas kesehatannya dan terhindar dari sakit.

5
Dec

Rangkaian Kegiatan Peringatan HKN Ke-52 Kabupaten Sleman 2016

 

Rangkaiaan peringatan HKN di Kabupaten Sleman telah selesai dilaksanakan, dimulai   sejak bulan Agustus 2016 dengan lomba-lomba yang melibatkan pemberdayaan masyarakat seperti: Lomba Desa Siaga, Lomba PHBS, Lomba Posyandu, Lomba Komunitas Jumantik, Lomba Kader Aktif, Lomba Posbindu dan Lomba Ibu ASI.

 

Dalam pelaksanaan peringatan HKN juga diadakan lomba yang melibatkan tenaga kesehatan dilingkungan Dinas Kesehatan dan UPT Puskesmas seperti Lomba Keteladanan Dokter, Dokter Gigi, Bidan, Bendahara Pengeluaran, Sanitarian dan Juru Imunisasi.  Juga dilaksanakan lomba yang melibatkan sekolah, seperti Lomba Sekolah Sehat, Lomba Orasi Remaja Tingkat SMP/SMA.

 

Selain pelaksanaan lomba-lomba tersebut, dilaksanakan juga Seminar Kesehatan tentang Menejemen Terpadu Pengendalian TB Resisten Obat.    Dalam peringatan HKN juga dilaksanakan   Pemeriksaan  IVA-Test di seluruh Puskesmas.  Berbarengan dengan HUT KORPRI dan HUT PGRI  dilaksanakan Gebyar HUSADA  antara lain diisi Senam Massal, Test Kebugaran dan Deteksi PTM.

 

Puncak peringatan HKN Kabupaten Sleman dilaksanakan dengan Resepsi di Gedung Monumen Jogja Kembali  tepat pada tanggal 12 November 2016, pada kesempatan tersebut hadir Ketua Komisi Akreditasi FKTP  Kementerian Kesehatan RI  drg. Tini Suryanti, M.Kes.     yang menyerahkan Sertifikat Akreditasi Bagi 25 Puskesmas di Kabupaten Sleman kepada Wakil Bupati Sleman  Hj. Dra. Sri Muslimatun, M.Kes.   Menurut Ketua Komisi Akreditasi FKTP, Kabupaten Sleman merupakan satu-satunya  Kabupaten  yang semua Puskesmasnya telah terakreditasi.

DSC_0749

 

DSC_0762

20
Oct

Kunjungan Wakil Bupati Sleman Dalam Rangka Akselerasi Penurunan AKI & AKB

Selasa, 18 Oktober 2016, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menerima kunjungan kerja Wabub Sleman, Dra. Sri Muslimatun, M.Kes di aula A dalam acara percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi. Kunjungan diterima  oleh kepala Dinas Kesehatan dr.Mafilindati N.M.Kes beserta tim dari Dinas Kesehatan, RSUD Sleman dan RSUD Prambanan.  Acara tersebut  juga dihadiri Prof.dr. Laksono Trisnantoro  dari PKMK (Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan) UGM. Peserta pertemuan meliputi dokter obsgin dan spesialis anak atau perwakilan  dari 28 RS Pemerintah maupun swasta yang ada di Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Wabub menyampaikan kematian ibu dan bayi di Sleman ada trend kecenderungan menurun. Namun demikian perlu diwaspadai dengan adanya Jumlah kematian ibu di Kabupaten Sleman sampai Oktober ini ada 6 kasus. Untuk kematian bayi sampai Oktober ini ada 34 kasus.

Dalam acara tersebut juga disampaikan SK Bupati Sleman No.55/Kep.KDH/A/2016 tentang Pimpinan Klinis Kesehatan ibu dan anak. Di Sleman telah ditetapkan pimpinan klinis dokter obsgin dan spesialis anak. Untuk pimpinan dokter obsgin ditunjuk dr. Ahmad Priyadi Sp.OG (RSUD Sleman) dan untuk dokter anak ditunjuk dr.Tuty Damayanti Sp.A (RSUD Sleman).  Prof.dr. Laksono Trisnantoro memberi apresiasi atas diterbitkannya SK Bupati Sleman dengan penunjukan dokter spesialis sebagai pimpinan atau koordinator dokter yang ada di wilayah Sleman. Dengan harapan peran masing-masing dokter  bisa membantu menanggulangi adanya kematian ibu dan bayi yang ada di rumah sakit tempat para spesialis bekerja khususnya di wilayah Sleman. Kegiatan tersebut dalam rangka menjaga jumlah kematian yang ada tidak meningkat lagi.  Dalam  kurun lima tahun terakhir,  kematian ibu bisa dilihat pada tabel berikut.

Grafik Kematian ibu di Sleman  th 2010 sd 2015

 

Dari grafik terlihat dari tahun 2010 ada 13 kasus dengan angka kematian ibu 112, 9 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH) fluktuatif sampai tahun 2015 ada 4 kasus (28,3 per 100.000 KH).

 

Grafik Kematian bayi di Sleman Th 2010 sd 2015

Dari grafik terlihat kematian bayi ada kecenderungan menurun. Dari tahun 2010 ada 63 kematian bayi dengan angka kematian bayi  (AKB) 5,5 per 1000 Kelahiran Hidup. Untuk tahun 2015 ada 51 kematian bayi dengan  AKB 3,6 per 1000 KH. Untuk kematian bayi sd Oktober 2016 ada 34 kasus. Untuk kematian bayi, dr. Tuty D, Sp.A menyebutkan penyebab kemtian bayi yang ada disebabkan karena asfiksia, BBLR, kelainan kongenital, sepsis neonatorum dan MAS (Meconium  Aspirasi Syndrom). Mengetahui penyebab tersebut, kematian yang bisa ditanggulangi bisa dilakukan dengan penanganan terpadu yang tepat sejak dini.

Foto: Kadinkes Sleman beserta  Wabub, dr. Ahmad Priyadi Sp.OG dan dr. Tuty D. Sp.A