Arsip Kategori: Artikel Dan Berita

8
Sep

HASIL IMMUNISASI MR DI SLEMAN BERHASIL

Berdasarkan hasil monitoring sampai dengan tanggal 31 Agustus 2017 Kabupaten Sleman telah berhasil mencapai cakupan sebesar 97,2% dari jumlah sasran bulan Agustus sebanyak 17.8004. pelaksanaan immunisasi bulan Agustus tersebut merupakan kegiatan Immunisasi MR bagi anak sekolah TK, SD, SMP dan PAUD yang sederajat. sedangkan untuk kelanjutan pelaksanaan immunisasi bulan September 2017 di titikberatkan di Posyandu bagi anak balita. Meskipun demikian tidak menutup kemunkinan juga bagi anak anak yang putus sekolah, gelandangan dan sasaran lain yang belum disasar pada bulan Agustus akan dilakukan sweeping pada bulan sepetember ini. Berbagai cara dan upaya yang telah dilakukan guna mencapai target minimal 95% dari sasran total antara lain:

a Sosialisasi kepada Tim pelaksana di Puskesmas baik itu juru imunisasi, bidan, perawat, kepala Puskesmas serta petugas lain yang terkait

b. Sosialisasi Lintas sektoral selaku jejaring untuk penguatan serta mendapatkan dukungan pelaksanaan MR di Lapangan

c. Kerjasama dan penguatan tim untuk pelaksanaan MR baik dari Polres sleman, Bidan praktek swasta, KOMDA KIPI DIY dan Sleman, IDAI DIY, Rumah sakit dan PMI

d. Secara aktif mendampingi kegiatan terutama pada lokasi yang mis persepsi penolakan MR cukup tinggi

e. Melakukan sosilaisasi dan pendekatan personal maupun institusuional pada lokasi yang penolakannya tinggi

f. Kunjungan langsung bupati sleman ke SD AL Azhar 31 dalam monitoring

g. Dialog interaktif dan live report dengan radio dan TV Lokal

 

31
Aug

Workshop Penghitungan Kebutuhan SDM Kesehatan

Guna menyusun kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Kabupaten Sleman, Dinas Kesehatan Sleman menyelenggarakan Workshop: “Penghitungan Kebutuhan SDMK Tingkat Kabupaten”. Pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi dua periode. Periode I dilaksanakan Rabu dan Kamis (30-31 Agustus 2017) yang bertempat di RM Mbok Berek Jalan Magelang km 9 Sleman. Sasaran peserta selama dua periode sebanyak 70 orang meliputi unsur Dinas Kesehatan Sleman (terdiri dari Sekretariat, Bidang Kesmas, Bidang P2P, Bidang Yanmed, dan Bidang SDK), RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RS Grhasia,  UPT Puskesmas, UPT Labkes, UPT POAK, dan UPT JPKM. Agenda pada hai pertama disi oleh Kepala BKPP Sleman mengenai Kebijakan Pemenuhan ASN di Kabupaten Sleman, Kepala Bagian Organisasi Pemkab Sleman mengenai Kebijakan Penataan Kelembagaan, dan Penataan, Kepegawaian melalui Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja, Kepala Dinas Kesehatan Sleman mngenai Kebijakan Penyusunan Rencana Kebutuhan SDMK, serta Kabid Sumber Daya Kesehatan mengenai Uji Kompetensi Jabatan Funsional Tenaga Kesehatan. Hari kedua dilanjutkan praktek penggunaan aplikasi standar ketenagaan minimal dalam penyusunan kebutuhan SDMK oleh Dinas Kesehatan DIY berkolaborasi dengan Bagian Kepegawaian Dinas Kesehatan Sleman dan diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut oleh Kepala Seksi PSDK (cp).

 

 

 

16
Aug

Pendampingan Penyusunan RBA BLUD Puskesmas

Proses awal Penyusunan Rencana Bisnis Anggaran sebagai bagian dari Proses Pelaksanaan UPT Puskesmas dan UPT lain adalah Menyusun dokumen RBA. Dokumen RBA sebagaimana tertuang dalam permendagri 61 tahun 2007 adalah dokumen yang dipersamakan seperti RKA pada SKPD (Satuan Kegiatan Perangkat Daerah).

peserta awal penyusun RBA yang didatangkan adalah para pembuku yang bekerja di UPT, yang notabene adalah mereka mereka dengan kemampuan yang sudah sesuai dengan bidang keilmuannya seperti para akuntan yang direkrut melalui tenaga BLUD Non PNS. peserta terdiri dari 27 UPT yang sudah menerapkan PPK Unit kerja BLUD seperti 25 UPT Puskesmas dan 2 UPT yang ada yaitu UPT JPKM dan UPT Laboratorium Kesehatan. Penyusunan ini dilakukan selama 1 hari penuh dan akan menjadi bahan dokumen RBA yang akan di review oleh BPKP besok tanggal 23 dan 24 Agustus 2017, semoga hasilnya dapat digunakan sebagai bahan perencanaan dan penganggaran bagi UPT yang ada di lingkungan kesehatan.

15
Aug

KAMPANYE IMUNISASI VAKSIN BARU MEASLES RUBELLA (MR) DI SLEMAN

Penyakit Measles (Campak) dan Rubella (MR) merupakan penyakit yang berbahaya. Penyakit ini diketahui dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru-paru, radang otak, kecacatan pada bayi yang dilahirkan bahkan mengakibatkan kematian. Terkait hal itu, Presiden RI Joko Widodo menghimbau masyarakat agar tidak meremehkan imunisasi MR untuk pencegahan penyakit tersebut.
“Jangan meremehkan measles-rubella, karena keduanya bisa berbahaya untuk anak-anak yang kita cintai dan sayangi. Jangka panjang akibat tanpa imunisasi MR untuk bayi bisa lahir dengan cacat bawaan”, tegas Jokowi dalam acara Pencanagan Kampanye Tingkat Nasional dan Introduksi Imunisasi Campak Rubela di MTs 10 Sleman pada Selasa (1/8).
Jokowi mendukung penuh pelaksanaan kampanye imunisasi nasional tersebut agar anak-anak Indonesia bebas dari MR. Pasalnya di Indonesia masih kurang dari 1% yang mendapat imunisasi MR, yaitu baru sekitar 0,05%. Jokowi juga berharap dalam imunisasi ini pihak-pihak terkait dapat menjelaskan dan menggandeng pesantren, madrasah, dan seluruh sekolah-sekolah. “Imunisasi bukan hal yang baru, kita sebelumnya pernah berhasil untuk cacar, polio, dan tetanus. Saya percaya dengan niat yang baik Insya Allah bisa melaksanakan imunisasi MR”, tambah Jokowi.
Sementara itu Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menjelaskan bahwa program imunisasi merupakan salah satu program kesehatan yang paling efektif dalam pembangunan kesehatan terutama dalam pengendalian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. “Untuk mewujudkan eliminasi dan pengendalian kedua penyakit tersebut ditempuh strategi nasional tambahan imunisasi MR untuk anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. Diikuti peralihan vaksin campak menjadi vakris MR kedalam program imunisasi”, jelas Puan.
“Agar eliminasi campak dan rubella terwujud pada tahun 2020, maka kampanye imunisasi MR ini harus mencapai cakupan minimal 95% dari sasaran yang harus mendapatkan imunisai”, kata Puan.
Puan menambahkan bahwa mengingat jumlah sasaran dan sumber daya yang tersedia maka kegiatan imunisasi tersebut dilaksanakan dalam 2 fase. Fase pertama dilakukan di 6 provinsi di Pulau Jawa pada bulan Agustus sampai dengan September 2017. Untuk fase kedua dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2018 di seluruh provinsi luar Jawa.
Dalam acara tersebut Jokowi juga berdialog dengan siswa-siswi MTs N 10 Sleman yang telah melakukan imunisasi serta melakukan peninjauan langsung pelaksanaan pelayanan imunisasi
Pencanangan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo melibatkan semua stake holder mulai dari tingkat Pusat (kementrian kesehatan) Gubenrnur DIY Sri Sultan HB X, Bupati Sleman Sri Purnomo, Msi. dan jajaran SKPD seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan lintas sektor lainnya.
jumlah perkiraan sasaran se Kabupaten Sleman sebanyak 247.025 anak yang tersebar di Posyandu, PAUD, TK,SD,SMP dan SLB serta anak jalanan.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.